Manajemen perpustakaan sekolah pada dasarnya adalah prosesmengoptimalkan kontribusi manusia, material, anggaran untuk mencapai
tujuan perpustakaan. Perpustakaan sekolah masih mengalami berbagai
hambatan, sehingga belum bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Hambatan tersebut berasal dan dua aspek. Pertama aspek strutural, dalam
arti keberadaan perpustakaan sekolah kurang memperoleh perhatian dari
pihak manajemen sekolah. Kedua aspek teknis, artinya keberadaan
perpustakaan sekolah belurn ditunjang aspek-aspek bersifat teknis yang
sangat dibutuhkan oleh perpustakaan sekolah seperti tenaga, dana, serta
sarana dan prasarana.
Sepanjang sejarah manusia, perpustakaan bertindak sebagai selaku penyimpan
khasanah hasil pikiran manusia. Hasil pikiran manusia itu dapat dituangkan dalam bentuk
cetak maupun non cetak ataupun dalam bentuk elektronik seperti disket. Hasil pikiran
manusia yang dituangkan dalam bentuk buku dalam arti luas (mencakup bentuk cetak atau,
grafis, non cetak, bentuk elektronik) ini seringkali diasosiasikan dengan kegiatan belajar.
Buku merupakan alat bantu manusia untuk belajar sejak saat mulai dapat membaca,
memasuld bangku. sekolah hingga bekcaja. Oleh karena, itu, perpustakaan selalu dikaitkan
dengan buku, sedangkan buku dikaitkan dengan kegiatan belajar, maka perpustakaan pun
(termasuk dalam hal ini perpustakaan sekolah) selalu dikaitkan dengan kegiatan belajar.
Kegiatan belajar dibagi atas dua macam, yaitu kegiatan belajar di dalam lingkungan
sekolah dan kegiatan belajar di luar lingkungan sekolah. Perpustakaan sebagai pranata
yang dikaitkan dengan. kegiatan belajar lebih mengarah pada kegiatan belajar di luar
lingkungan sekolah. Dalam kenyataannya, ada juga sekolah yang memiliki perpustakaan
sehingga, kegiatan belajar disatukan antara sekolah dengan perpustakaan. Karena itu
muncullah jenis perpustakaan di lingkungan sekolah yang kemudian dikenal dengan
sebutan "Perpustakaan Sekolah".
Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang diselenggarakan pada sebuah
sekolah, dikelola, sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan, dengan tujuan utama
mendukung terlaksananya dan tercapainya tujuan sekolah dan tujuan pendidikan pada
umumnya. Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan proses belajar mengajar,
menanamkan dan, mengembangkan berbagai nilai, ilmu pengetahuan, dan teknologi,
keterampilan, seni, serta, wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Oleh karena itu, perpustakaan sekolah bukan hanya sekedar tempat penyimpanan bahan
pustaka (buku. dan non buku), tetapi terdapat upaya untuk mendayagunakan agar
koleksi-koleksi yang ada dimanfaatkan oleh pemakainya secara maksimal. Hal ini
dipertegas dalam SK
Mendiknas No. 053/U/2001 tanggal 19 April 2001 tentang Penyusunan Pedoman Standar
Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Persekolahan pada Tingkat TK, Dasar sampai dengan
SMU/SMK, bahwa keberadaan perpustakaan. Sekolah merupakan syarat dalam standar
pelayanan minimal (SPM) tersebut. Sehubungan hal itu agar bahan pustaka, dapat
didayagunakan secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsi perpustakaan sekolah,
maka tentunya diperlukan suatu manajemen perpustakaan sekolah yang memadai
0 Komentar untuk "Manajemen Perpustakaan Sekolah"